Mencari platform partai yang tertuang secara tulisan agak susah, karena banyak yang tidak menyebut Platform Partai, tapi tertuang di visi dan misi. Harus dicari mana yang kira-kira menjadi landasan gerak laju partai masing-masing.
Mari kita mulai dengan partai copycat nomer 1:
Gerindra
http://www.partaigerindra.or.id/index.ph…
Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang mendambakan Indonesia yang bangun jiwanya, dan bangun badannya. Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.
Good words, mari kita lihat visi dan misinya:
Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional
Sisanya bisa dibaca di buku pelajaran PPKN (ato PMP) karena….begitulah rasanya membaca anggaran dasar partai ini. Semua bertutur tentang tujuan heboh dan makro, rakyat-rakyat-rakyat, tanpa menjelaskan: BAGAIMANA?
Dan ini yang membuat gw agak ngerasa kalo partai ini mementingkan diri sendiri, meski terlihat mementingkan rakyat:
Menyerap, menampung, menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Kenapa penyerapan aspirasi dikombinasikan dengan penyiapan kader?
Dan kenapa Pancasila dan UUD 1945 ditekankan berkali2 di sini? Rasanya seperti membaca visi dan misi orde baru..
In short: Good Words, rather cliche, and smells like Orde Baru. Membuat partai ini terasa Generik.
And kenapa gw sebut copycat? Really, tujuan utama Partai ini, sebaik2 apa pun landasannya, hanyalah membuat Prabowo (mantu mantan diktator) meniru kesuksesan SBY dengan melupakan bahwa sebelum membuat Demokrat, SBY mempunyai track record yang terlihat bagus di mata rakyat. Prabowo? Who?
Next:
PKS.
http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php…
Partai yang bener-bener terasa…orisinil. Really, who can argue? Partai Islam, Kaderisasi terkenal kuat, bau intrik2 terasa tidak ada, dan bisa memoles diri menjadi partai yang “jujur dan teguh iman” meski terakhir2 ini agak keder karena tersengat survey yang mengatakan “nasionalisme yes, Islam no”
Visi dan Misinya pun terlihat segar, tanpa terasa bagaikan menyalin dari buku pelajaran PPKN.
Visi Umum:
“SEBAGAI PARTAI DA’WAH PENEGAK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN DALAM BINGKAI PERSATUAN UMMAT DAN BANGSA.”
Visi Khusus:
PARTAI BERPENGARUH BAIK SECARA KEKUATAN POLITIK, PARTISIPASI, MAUPUN OPINI DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA YANG MADANI.
Tidak ada kata-kata kekuasaan di situ, hanya pengaruh. Tidak ada kata-kata pancasila, rakyat, atau UUD 1945. Hanya ada kata-kata keadilan, kesejahteran, umat, dan bangsa. Dan masyarakat Indonesia Madani (artinya Civil Power bukan? Pantes gak ada di Gerindra).
Tapi tetap saja, tidak terasa adanya HOW di bidang micro, hanya HOW di bidang macro. Well, mungkin parpol emang gak mau memperinci (takut dicolong partai sebelah kali?)
All in all: orisinil, terasa agamis, terasa sipil sekali, tapi terasa eksklusif.
Next: the old crippled giant
Golkar
Surprise surprise, Golkar mempunyai Platform Partai yang dijabarkan panjang lebar:
http://www.golkar.or.id/static/platform….
Good words, sekali lagi agak berbau PPKN. Paragraph-paragraph panjang dan bikin kepala penat karena penuh jargon-jargon ala Orde Baru (ato ala Surya Paloh….yang jargonnya selebat jenggotnya).
Kenapa rasanya melihat rewording dari visi dan misi Gerindra ya? And kerasa gak ada bau lain yang ditawarkan kecuali UUD 1945 dan Pancasila.
All in all, platformnya klise n tidak menawarkan sesuatu yang baru.
Dan secara de facto, platform partai ini hanyalah mempertahankan kekuasaan dominan orde baru, titik.
What’s next? Oh yeah, The Party that rest all hopes on a crybaby:
PDIP
http://www.pdi-perjuangan.or.id/
PDI Perjuangan - Official Website
Website ini sedang mengalami perbaikan.
Kunjungi kami beberapa saat lagi.
Mudah-mudahan bukan cuman Official Websitenya yang diperbaiki, tapi visi misi platform dan kedisiplinan Taufik Kiemas, hehehe.
Secara de facto, PDIP hanyalah berjuang agar menjadi terlihat beda dengan partai lain dan menjual Soekarno berkali-kali sampai nama Soekarno menjadi murah dan gak ngefek.
Next:
Islamic Party yang dulu adalah tempat pemuja Gus Dur bersemayam, sekarang adalah just another Islamic Party
PKB
Sejak terpecah karena keangkuhan Gus Dur dan keluarganya, PKB terasa menjadi tinggal setengah dari kekuatannya dulu. Bahkan di websitenya pun foto Gus Dur tidak ada:
http://www.dpp-pkb.org/v2/index.php/mabd…
Partai Kebangkitan Bangsa bercirikan humanisme religius (insaniyah diniyah), amat peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan yang agamis, yang berwawasan kebangsaan. Menjaga dan melestarikan tradisi yang baik serta mengambil hal-hal yang baru yang lebih baik untuk ditradisikan menjadi corak perjuangan yang ditempuh dengan cara-cara yang santun dan akhlak karimah. Partai adalah ladang persemaian untuk mewujudkan masyarakat beradab yang dicitakan, serta menjadi sarana dan wahana sekaligus sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan bangsa. Partai dalam posisi ini berkehendak untuk menyerap, menampung, merumuskan, menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat guna menegakkan hak-hak rakyat dan menjamin pelaksanaan ketatanegaraan yang jujur, adil dan demokratis.
Nice words. Terasa cukup baik dan sejuk.
Partai Kebangkitan Bangsa adalah partai terbuka dalam pengertian lintas agama, suku, ras, dan lintas golongan yang dimanestasikan dalam bentuk visi, misi, program perjuangan, keanggotaan dan kepemimpinan. Partai Kebangkitan Bangsa bersifat independen dalam pengertian menolak segala bentuk kekuasaan dari pihak manapun yang bertentangan dengan tujuan didirikannya partai.
Di manakah visi dan misinya? Tidak tercantum di websitenya. entah memang tidak ada sehingga gampang digoyang, entah visi dan misi tergantung kehendak Gus Dur (dulu), atau visi dan misi adalah barang suci yang tidak boleh dilihat sembarang orang……
Kata-kata yang baik di atas menjadi hambar rasanya. N memang, de facto, platform partai ini adalah: raup suara anggota-anggota NU sebanyak-banyaknya.
Next:
The party that Amien Rais built.
PAN
Partai ini cukup terbilang hebat, karena tanpa campur tangan heboh dari Bapak Partai Amien Rais, PAN terbilang masih cukup eksis dan mampu masuk 5 besar. Bahkan website partainya pun tidak ada!
http://www.pan.or.id/
Nama Domain ini telah habis masa berlakunya dikarenakan hal-hal berikut:
Pemakai/pengelola nama domain ini mengetahui bahwa nama domainnya telah habis masa berlakunya tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masa berlaku nama domain tersebut.
Pemakai/pengelola nama domain ini tidak menerima email informasi mengenai habis masa berlakunya nama domain melalui alamat email yang terdaftar pada sistem registrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak aktif/validnya alamat email tersebut.
Benar-benar partai hebat yang bisa survive dalam obscuritinya. Platform partai ini pun terasa tidak jelas. Nasionalis? Agamis? Selebritis? Enterprenourist?
Tapi masih bisa masuk lima besar? HEBAT!
Next:
Relic from the past:
PPP.
Satu lagi partai gak jelas yang masih bisa survive.
http://www.ppp.or.id/index.html?code1=0&…
Access forbidden!
You don’t have permission to access the requested object. It is either read-protected or not readable by the server.
If you think this is a server error, please contact the webmaster.
Heck. Platform partai ini mungkin cuman satu: Galang para pengikut fanatik sebanyak-banyaknya.
next:
2009 Winner,
Partai Demokrat
http://www.demokrat.or.id/index.php?opti…
Partai yang berlandaskan kepopuleran SBY dan membebek si mantan jendral kutu buku ini berhasil meraih simpati masyarakat dengan…..kepopuleran SBY dan membebek ke mantan jendral kutu buku ini…
1.
Memberikan garis yang jelas agar partai berfungsi secara optimal dengan peranan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraaan.
2. Meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan Nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut Kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi.
3. Memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban Warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (civil society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lebaga perwakilan dan permusyawaratan.
Klise…jadi lemes deh….begini ternyata visi dan misi partai pemenang pemilu…klise, pendek, dan..terasa kurang gizi….
Secara de facto platform partai ini memang: kepopuleran SBY dan membebek ke mantan jendral kutu buku ini…
So, which one is worst?
Saya benar-benar sebel dengan kata-kata Berjuang memperoleh kekuasaan politik di situs Gerindra. Sederetan kata-kata bagus yang menjulang ke langit terasa dihambarkan oleh kata-kata ini. Mungkin ini adalah cetusan true intention dari Prabowo ketika membentuk partai ini. Secara kata-kata, this is the worst.
Tapi PAN dan PPP juga tidak mempunyai platform yang jelas kecuali survive dan menggalang suara sebanyak-banyaknya. Secara konseptual, this is the worst
Secara De Facto? Prabowo with Gerindra and Wiranto with Hanura share the worst platform: copy SBY’s method and sell the people’s poverty so that they win. Total Noob and Phails!
Secara keseluruhan: I like PKS platform. Secara teoritis gak neko-neko, gak berlindung di balik rakyat-rakyat-rakyat, dan gak bombastis. Dan secara de facto, platform actions speak louder than words mereka membuat mereka tetap di 4 besar meski tanpa menjual rakyat secara bombastis, tanpa tokoh yang populer karena ganteng ato penuh tangis, dan tanpa sokongan uang iklan dan pembentukan jaringan besar seperti Gerindra.
Oh well, that’s all. Penuh bias? Mungkin. Saya gak suka kumpulan orang yang menjual nama rakyat demi simpati tapi terlihat jelas ingin merebut kekuasaan seperti PDIP, Gerindra, Hanura.