Kisah Di Sebuah Pulau Kecil, bagian I

November 1st, 2009 by zenstrive

Di sebuah pulau kecil nan indah, alkisah berkumpullah tiga orang penjahat. Satu orang adalah pelarian dari pulau sebelah dan membawa hasil jarahannya ke pulau kecil ini. Satu orang adalah petugas jaga pulau kecil tersebut yang merasa mencari seorang saksi dan sudah tahu bahwa saksi ini sebenarnya adalah maling yang  harus dia tangkap.

“Sorry ye, tapi dia bisa ngasih gw duit banyak, ya gak koh?”

“Haiyaa..kowe sante-sante aja dulu..nurut-nurut aja sama owe, pasti nanti owe kasih emas.”

Orang ketiga adalah cewek cakep yang sudah melonte ke mana-mana.

Apa yang mereka lakukan?

“Ini owe ada duit buat si bekas jendral…dia mau jadi presiden butuh uang…nah ini owe punya uang…tapi owe punya syalat..owe harus lepas dari itu cicak…ngerti kamu, piaraan?”

“Weiss…ngerti sekali koh! Aku ngerti banget! Mudeng aku!”

“Ya udah….kamu apa-apain aja tuh si cicak…kamu kocok-kocok aja kepalanya…si bekas jendral juga udah aku kasih petunjuk..nanti abis kamu kocok-kocok kepala si cicak…si bekas jendral bakal ngeganti kepalanya dengan kepala sementara…abis itu dibiarin mati pelan..pelan…”

“Weiss..kokoh ini emang jenius! Pintar sekali!”

“Ini lonte buat kamu, pialaan! Kamu enak-enakan aja ama dia ya?”

“Weiss…makasih koh! Aku bakal nyelamatin kokoh!”

“Good good! Owe bisa tidul agak enak sekalang!”

Si petugas jaga  mendekat dan bisik-bisik ke si pelarian “Koh…lontenya gak ada yang lebih muda apa?”

Si pelarian gantian ngebisik “lonte yang lebih muda dipake ama yang lain buat ngejebak si kepala cicak!”

SBY: Saya Ayah yang Baik bagi Anak-anak Saya

October 27th, 2009 by zenstrive

Saya mau ngasih duit yang labih banyak ke anak-anak saya sekarang. Yang sekarang saya yakin lebih baik dari yang kemaren. Yang kemaren banyak anak-anak titipan orang yang kerjanya tidur n ngedumel. Belum lagi yang suka towel-towel minta duit pas gw lagi jalan-jalan. Pokoknya saya mau ngasih duit yang lebih banyak sekarang
Terus biar rumah saya rame, saya juga mau nambah anak; kasihan anak-anak yang mainannya kebanyakan, biar ada teman main. Tentu saja anak-anak yang baru nanti akan saya kasih duit banyak juga.

Terus kalo dipikir-pikir, saya kayak Eyang Harto ya? Badan gede tapi disetir tetangga; Pinter tapi gampang dibisikin orang; Terus bisa bikin anak-anak yang bandel jadi diem sama duit. Ah, gw emang murid Eyang Harto yang sempurna.

Apa, tetangga banyak yang kena gempa? Bukan istana gw di Cikeas kan yang kena? Masih jauh kan? Sante aja. Biar anak-anak yang ngurus, kan udah gw kasih duit banyak. Orang-orang yang kena gempa ntar gw kasih duit utangan dah biar mereka bisa makan lagi.

Hidup emang nikmat…..apalagi punya banyak anak-anak yang nurut…tuh, anak-anak di senayan aja nurut pas anak gw yang jadi ketua mereka bilang jangan ganggu anak bapak yang lain..nikmatnya

Kapolri: Gw pengen dong dapet permen yang sama kayak KPK!

October 26th, 2009 by zenstrive

Salah seorang petinggi Polri bilang bahwa Polisi berharap mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan KPK dalam penangangan Korupsi dan mengatakan karena korupsi adalah salah satu bentuk kejahatan, dan dirut bidang yang menangani korupsi akan mulai dievaluasi tiap tiga bulan.

Heloooo? Kemana aja Pak? Bukannya dulu sebelum KPK ada, Institusi anda adalah Institusi yang diharapkan untuk menangkap para Koruptor (laknatullah) ? Kok sekarang begitu KPK ada dan mulai menjawil-jawil corps anda, baru anda mengatakan ingin mendapatkan hak dan kewajiban yang sama dengan KPK?

DULU ANDA DIHARAPKAN, TAPI GAK PERNAH BISA! SEKARANG ANDA DAPAT SAINGAN YANG LEBIH BAGUS DAN ANDA JADI IRI!

Makanya kalo jadi orang yang bener! Baca tuh job spec kalian, harus ngapain dan berhak ngapain? Sekarang begitu anda semua terlihat bak barisan anak kecil yang begitu patuhnya ke tetangga dan orang-orang kaya, anda langsung merasa gengsi dan pengen merebut permen yang diberikan dan didayagunakan oleh KPK sebaik-baiknya. Kelakuan kalian-kalian itu BAK ANAK KECIL!

Bukan anak kecil lagi, ANAK KECIL YANG SUKA BOHONG dan MENUDUH YANG BUKAN-BUKAN! Anda ngarang seenak udelnya, pake unsur-unsur sex pula!

Jadi ada tiga hal yang menjadi indikator kebegoan polisi dalam kata-kata si pejabat tinggi di atas.

  1. Si polisi merasa sok gede dan bisa menangani korupsi kayak KPK. PADAHAL DIA EMANG DIWAJIBKAN MENANGANI KORUPSI DARI DULU!
  2. Si polisi BARU KALI INI merasa bahwa Korupsi adalah kejahatan, jadi baru kali ini merasa harus mendapatkan hak dan kewajiban menangani korupsi!
  3. Si polisi BARU KALI INI merasa bahwa mereka tak pernah mengukur diri sendiri dalam hal penanganan kejahatan, jadi baru kali ini merasa harus mengukur diri.

Sudah lah, Nak, si cewek sudah direbut orang lain karena lu gak pernah ngedeketin, maunya ngeliatin terus sih! Dasar Polri pengecut!

Belum lagi perkataan salah satu petinggi Polri lain: “Kalo koruptor ditangkepin di Singapura, Singapura bakal bangkrut, karena banyak koruptor-koruptor kita yang menanam duit korupsi di sana!”

Goblok gak tuh? YA IYA LAH!

Menjual BERAS ke SINGAPURA untuk MEREKA JUAL LAGI? BODOH!

April 30th, 2009 by zenstrive

nbsp;http://www.detikfinance.com/read/2009/04…

Pemerintah Indonesia mungkin adalah pemerintah paling bodoh dan paling tidak peduli rakyat dan paling senang membuat pemerintah negara lain kaya raya.

Really, kenapa gak ngejual langsung ke negara tujuan penjualan beras Singapura, kenapa harus memperkaya negara tempat koruptor-koruptor menanamkan uangnya?

Bagaimana dengan kenyataan bahwa begitu banyak rakyat Indonesia yang kekurangan pangan karena harga beras yang begitu selangit?

Bagaimana dengan lahan-lahan sawah padi yang dikonversi menjadi pabrik, real estate, dan lapangan golf?

Bagaimana nantinya kalo Indonesia mengalami paceklik tinggi dan harus mengimpor dari SINGAPURA?

Memang benar kata orang, kebodohan adalah lubang tanpa dasar….

Opini Sepihak tentang Platform-Platform Partai 8 besar

April 22nd, 2009 by zenstrive

Mencari platform partai yang tertuang secara tulisan agak susah, karena banyak yang tidak menyebut Platform Partai, tapi tertuang di visi dan misi. Harus dicari mana yang kira-kira menjadi landasan gerak laju partai masing-masing.

Mari kita mulai dengan partai copycat nomer 1:

Gerindra

 http://www.partaigerindra.or.id/index.ph…

Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang mendambakan Indonesia yang bangun jiwanya, dan bangun badannya. Partai Gerakan Indonesia Raya adalah partai rakyat yang bertekad memperjuangkan kemakmuran dan keadilan di segala bidang.

Good words, mari kita lihat visi dan misinya:

Berjuang memperoleh kekuasaan politik secara konstitusional 

Sisanya bisa dibaca di buku pelajaran PPKN (ato PMP) karena….begitulah rasanya membaca anggaran dasar partai ini. Semua bertutur tentang tujuan heboh dan makro, rakyat-rakyat-rakyat, tanpa menjelaskan: BAGAIMANA? 

Dan ini yang membuat gw agak ngerasa kalo partai ini mementingkan diri sendiri, meski terlihat mementingkan rakyat:

Menyerap, menampung, menyalurkan dan memperjuangkan aspirasi rakyat serta meningkatkan kesadaran politik rakyat dan menyiapkan kader-kader dengan memperhatikan kesetaraan dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.  

Kenapa penyerapan aspirasi dikombinasikan dengan penyiapan kader? 

Dan kenapa Pancasila dan UUD 1945 ditekankan berkali2 di sini? Rasanya seperti membaca visi dan misi orde baru..

In short: Good Words, rather cliche, and smells like Orde Baru. Membuat partai ini terasa Generik. 

And kenapa gw sebut copycat? Really, tujuan utama Partai ini, sebaik2 apa pun landasannya, hanyalah membuat Prabowo (mantu mantan diktator) meniru kesuksesan SBY dengan melupakan bahwa sebelum membuat Demokrat, SBY mempunyai track record yang terlihat bagus di mata rakyat. Prabowo? Who?

Next:

PKS.

 http://www.pk-sejahtera.org/v2/index.php…

Partai yang bener-bener terasa…orisinil. Really, who can argue? Partai Islam, Kaderisasi terkenal kuat, bau intrik2 terasa tidak ada, dan bisa memoles diri menjadi partai yang “jujur dan teguh iman” meski terakhir2 ini agak keder karena tersengat survey yang mengatakan “nasionalisme yes, Islam no”

Visi dan Misinya pun terlihat segar, tanpa terasa bagaikan menyalin dari buku pelajaran PPKN. 

Visi Umum:
“SEBAGAI PARTAI DA’WAH PENEGAK KEADILAN DAN KESEJAHTERAAN DALAM BINGKAI PERSATUAN UMMAT DAN BANGSA.” 

Visi Khusus:
PARTAI BERPENGARUH BAIK SECARA KEKUATAN POLITIK, PARTISIPASI, MAUPUN OPINI DALAM MEWUJUDKAN MASYARAKAT INDONESIA YANG MADANI.

Tidak ada kata-kata kekuasaan di situ, hanya pengaruh. Tidak ada kata-kata pancasila, rakyat, atau UUD 1945. Hanya ada kata-kata keadilan, kesejahteran, umat, dan bangsa. Dan masyarakat Indonesia Madani (artinya Civil Power bukan? Pantes gak ada di Gerindra).

Tapi tetap saja, tidak terasa adanya HOW di bidang micro, hanya HOW di bidang macro. Well, mungkin parpol emang gak mau memperinci (takut dicolong partai sebelah kali?)

All in all: orisinil, terasa agamis, terasa sipil sekali, tapi terasa eksklusif.

Next: the old crippled giant

Golkar

Surprise surprise, Golkar mempunyai Platform Partai yang dijabarkan panjang lebar:

 http://www.golkar.or.id/static/platform….

Good words, sekali lagi agak berbau PPKN. Paragraph-paragraph panjang dan bikin kepala penat karena penuh jargon-jargon ala Orde Baru (ato ala Surya Paloh….yang jargonnya selebat jenggotnya). 

Kenapa rasanya melihat rewording dari visi dan misi Gerindra ya? And kerasa gak ada bau lain yang ditawarkan kecuali UUD 1945 dan Pancasila. 

All in all, platformnya klise n tidak menawarkan sesuatu yang baru.

Dan secara de facto, platform partai ini hanyalah mempertahankan kekuasaan dominan orde baru, titik. 

What’s next? Oh yeah, The Party that rest all hopes on a crybaby:

PDIP

 http://www.pdi-perjuangan.or.id/

PDI Perjuangan - Official Website 
Website ini sedang mengalami perbaikan.
Kunjungi kami beberapa saat lagi.

Mudah-mudahan bukan cuman Official Websitenya yang diperbaiki, tapi visi misi platform dan kedisiplinan Taufik Kiemas, hehehe. 

Secara de facto, PDIP hanyalah berjuang agar menjadi terlihat beda dengan partai lain dan menjual Soekarno berkali-kali sampai nama Soekarno menjadi murah dan gak ngefek.

Next:

Islamic Party yang dulu adalah tempat pemuja Gus Dur bersemayam, sekarang adalah just another Islamic Party

PKB

Sejak terpecah karena keangkuhan Gus Dur dan keluarganya, PKB terasa menjadi tinggal setengah dari kekuatannya dulu. Bahkan di websitenya pun foto Gus Dur tidak ada:

 http://www.dpp-pkb.org/v2/index.php/mabd…

Partai Kebangkitan Bangsa bercirikan humanisme religius (insaniyah diniyah), amat peduli dengan nilai-nilai kemanusiaan yang agamis, yang berwawasan kebangsaan. Menjaga dan melestarikan tradisi yang baik serta mengambil hal-hal yang baru yang lebih baik untuk ditradisikan menjadi corak perjuangan yang ditempuh dengan cara-cara yang santun dan akhlak karimah. Partai adalah ladang persemaian untuk mewujudkan masyarakat beradab yang dicitakan, serta menjadi sarana dan wahana sekaligus sebagai wadah kaderisasi kepemimpinan bangsa. Partai dalam posisi ini berkehendak untuk menyerap, menampung, merumuskan, menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi rakyat guna menegakkan hak-hak rakyat dan menjamin pelaksanaan ketatanegaraan yang jujur, adil dan demokratis.

Nice words. Terasa cukup baik dan sejuk. 

Partai Kebangkitan Bangsa adalah partai terbuka dalam pengertian lintas agama, suku, ras, dan lintas golongan yang dimanestasikan dalam bentuk visi, misi, program perjuangan, keanggotaan dan kepemimpinan. Partai Kebangkitan Bangsa bersifat independen dalam pengertian menolak segala bentuk kekuasaan dari pihak manapun yang bertentangan dengan tujuan didirikannya partai.

Di manakah visi dan misinya? Tidak tercantum di websitenya. entah memang tidak ada sehingga gampang digoyang, entah visi dan misi tergantung kehendak Gus Dur (dulu), atau visi dan misi adalah barang suci yang tidak boleh dilihat sembarang orang……

Kata-kata yang baik di atas menjadi hambar rasanya. N memang, de facto, platform partai ini adalah: raup suara anggota-anggota NU sebanyak-banyaknya.

Next:

The party that Amien Rais built.

PAN

Partai ini cukup terbilang hebat, karena tanpa campur tangan heboh dari Bapak Partai Amien Rais, PAN terbilang masih cukup eksis dan mampu masuk 5 besar. Bahkan website partainya pun tidak ada! 

 http://www.pan.or.id/

Nama Domain ini telah habis masa berlakunya dikarenakan hal-hal berikut: 

Pemakai/pengelola nama domain ini mengetahui bahwa nama domainnya telah habis masa berlakunya tetapi memilih untuk tidak memperpanjang masa berlaku nama domain tersebut. 
Pemakai/pengelola nama domain ini tidak menerima email informasi mengenai habis masa berlakunya nama domain melalui alamat email yang terdaftar pada sistem registrasi. Hal ini dapat disebabkan oleh tidak aktif/validnya alamat email tersebut.

Benar-benar partai hebat yang bisa survive dalam obscuritinya. Platform partai ini pun terasa tidak jelas. Nasionalis? Agamis? Selebritis? Enterprenourist? 

Tapi masih bisa masuk lima besar? HEBAT!

Next:

Relic from the past:

PPP.

Satu lagi partai gak jelas yang masih bisa survive.

 http://www.ppp.or.id/index.html?code1=0&…

Access forbidden!

You don’t have permission to access the requested object. It is either read-protected or not readable by the server. 

If you think this is a server error, please contact the webmaster.
Heck. Platform partai ini mungkin cuman satu: Galang para pengikut fanatik sebanyak-banyaknya.

next: 

2009 Winner, 

Partai Demokrat

 http://www.demokrat.or.id/index.php?opti…

Partai yang berlandaskan kepopuleran SBY dan membebek si mantan jendral kutu buku ini berhasil meraih simpati masyarakat dengan…..kepopuleran SBY dan membebek ke mantan jendral kutu buku ini…

1. 
Memberikan garis yang jelas agar partai berfungsi secara optimal dengan peranan yang signifikan di dalam seluruh proses pembangunan Indonesia baru yang dijiwai oleh semangat reformasi serta pembaharuan dalam semua bidang kehidupan kemasyarakatan, kebangsaan dan kenegaraan kedalam formasi semula sebagaimana telah diikrarkan oleh para pejuang, pendiri pencetus Proklamasi kemerdekaan berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan titik berat kepada upaya mewujudkan perdamaian, demokrasi (Kedaulatan rakyat) dan kesejahteraaan. 
 
2. Meneruskan perjuangan bangsa dengan semangat kebangsaan baru dalam melanjutkan dan merevisi strategi pembangunan Nasional sebagai tumpuan sejarah bahwa kehadiran partai Demokrat adalah melanjutkan perjuangan generasi-generasi sebelumnya yang telah aktif sepanjang sejarah perjuangan bangsa Indonesia, sejak melawan penjajah merebut Kemerdekaan, merumuskan Pancasila dan UUD 1945, mengisi kemerdekaan secara berkesinambungan hingga memasuki era reformasi. 
 
3. Memperjuangkan tegaknya persamaan hak dan kewajiban Warganegara tanpa membedakan ras, agama, suku dan golongan dalam rangka menciptakan masyarakat sipil (civil society) yang kuat, otonomi daerah yang luas serta terwujudnya representasi kedaulatan rakyat pada struktur lebaga perwakilan dan permusyawaratan.

Klise…jadi lemes deh….begini ternyata visi dan misi partai pemenang pemilu…klise, pendek, dan..terasa kurang gizi….

Secara de facto platform partai ini memang: kepopuleran SBY dan membebek ke mantan jendral kutu buku ini…

So, which one is worst?

Saya benar-benar sebel dengan kata-kata Berjuang memperoleh kekuasaan politik di situs Gerindra. Sederetan kata-kata bagus yang menjulang ke langit terasa dihambarkan oleh kata-kata ini. Mungkin ini adalah cetusan true intention dari Prabowo ketika membentuk partai ini. Secara kata-kata, this is the worst. 

Tapi PAN dan PPP juga tidak mempunyai platform yang jelas kecuali survive dan menggalang suara sebanyak-banyaknya. Secara konseptual, this is the worst

Secara De Facto? Prabowo with Gerindra and Wiranto with Hanura share the worst platform: copy SBY’s method and sell the people’s poverty so that they win. Total Noob and Phails!

Secara keseluruhan: I like PKS platform. Secara teoritis gak neko-neko, gak berlindung di balik rakyat-rakyat-rakyat, dan gak bombastis. Dan secara de facto, platform actions speak louder than words mereka membuat mereka tetap di 4 besar meski tanpa menjual rakyat secara bombastis, tanpa tokoh yang populer karena ganteng ato penuh tangis, dan tanpa sokongan uang iklan dan pembentukan jaringan besar seperti Gerindra. 

Oh well, that’s all. Penuh bias? Mungkin. Saya gak suka kumpulan orang yang menjual nama rakyat demi simpati tapi terlihat jelas ingin merebut kekuasaan seperti PDIP, Gerindra, Hanura.

Symbols of The Liars

January 28th, 2009 by zenstrive

2009,
The Year Where The Biggest
Liars of Indonesia
Point fingers to themselves,
and declare their
Greatness;
BAH, I SAY!
They are nothing
but liars that corrupt time and space!

The Ten Principles of Politic

January 20th, 2009 by zenstrive
  1. Power of The Poor: Difficulty to attain Political Popularity is the reverse of number of poor and uneducated people available, so it is important to maintain a certain number of poor people and reduce the budgets for education
  2. Standard of Ethics: Money doesn’t have fixed standards, so why do we, money slaves, need a standard?
  3. How to sell to public: First we need to desensitize their senses, then we must put them into some kind of false stability, and then we rule them, then we put them against each other while we sell them lies
  4. Family Values: Your brothers or your sisters can be member of the legislative; provided you are rich and they are looking good on pamphlets and banners.
  5. Four Pillars of Democracy: Lapdog Executive, Mafia Legislative, Bought Judicative, and Owned Media
  6. The general consensus is that power corrupts, so because
    politicians are elected by general populations, they choose to act according to
    general consensus.
  7. Law of Political Economic:  Invest small (give Rp 50,000/person) to gain large (rob Rp 1000000/person/year). Stole their cookies and then sell sugar-coated shits made of those cookies as much as possible to those whose cookies you steal.  The price of items in budget = market price x mistress coefficient x wifes coefficient x hooker coefficient x vehicles coeffient x house coefficient x tribute coeffecient x …
  8. Seven Virtues of Politic: Pride (of becoming useless politician), Sloth (by sleeping in the assembly), Anger (when critizied), Lust (second wife, third wife, fourth wife, hundredth hooker…), Gluttony (really, laptop worths 35 million rupiah?), Envy (if they can corrupt things, we can do too!), and Greed (takes everything, leaves nothing!)
  9. The Universal Truth: Is when a lie is accepted as truth by millions, so infect them all!
  10. The True Core of Power: Power Corrupts, so…why bother acting differently?

Combat Traffic Jam with Coupons!

January 20th, 2009 by zenstrive

As fuel subsidies have become more of a political items than the thing that those leeches (blood suckers) need to wisely organize for the benefits of the general population (the blood source), fuels have become corrupted items and have the sad fate of becoming things that initiate hatred. This shouldn’t have happened if the blood providers wiggle a little and do
some finger showings to the blood suckers. Better yet, unlatch the blood suckers and crush them under their feet. But no, the blood providers have been under the influence of this very wicked poison that render their willingness to struggle useless and atrophied their survival muscles. But enough of this Brave and Bold analogues and lets do some wiggling.

Coupons. What coupons, you ask? These are the coupons that, in my proposed theory, should be purchased by everyone each month, at least 60 of those coupons, in order for them to be able to use public transportations. Each coupon could be purchased by Rp 1000 max. These coupons have a passenger part and kenek part. The kenek part would then be given to bus keneks (conductors) who would collect them and give them to a ticket-redeeming booth in a heavily guarded bank once a week. Each kenek would give his/her coupon collection that would be counted by the clerk who would give them the money corresponding to the coupon amount. The passenger parts, on the other hands, should be kept by the passengers and need to be given to the ticket-selling vendors everwhere or given to office reps that distribute these public transportation coupons. Redemption price of each coupons vary, but obviously higher than 1000 rupiah.

This would somehow make the government able to wipe out fuel subsidies entirely and effectively subsidies fuel transportations. But yes, this idea could be corrupted and frauded, but at least, NO FUEL SUBSIDIES AND MORE SUBSIDIES FOR THE REAL NEEDY! That poison has been making our people become consumption gluttons and uneducated slackers. Remember what I write above about the blood suckers poison? One component is fuel subsidy.

Drama

August 22nd, 2008 by zenstrive

The latest series of almost forgotten but still sellable celebrities converting themselves to become politicians and join the fray that is Indonesia’s general election brouhahaha makes me think of one thing:

The Drama is Reaching its second act and the scriptwriters are on the par with the writers low quality comics made by Indonesian so called “self made comic creators” or blog-turned-into-radio-show or disgusting movies made for the low-tuned brains of indonesian youths.

In short: those pretenders sicken me.

In an essentially a subconscious proclamation of self-doubts and admittance to failures, the political parties recruit sellout and worn out celebrities in hope that people who recognize them will vote for them.

Self doubt because those self-called “voices of the people” are not sure themselves that their achievements — which mainly bloating their own swiss accounts and impregnating women — will do them good in the upcoming selection. Admittance of failures because by recruiting those has-been, they acknowledge it to themselves that they have failed to polish the already existing and veteran politicians.

For the narcotic imbibibing band of black holes, becoming politicians is just another act that will channel the wealths syphoned from the national budgets. They are, in essence, characters who have been so often played other characters (dismally, I should say) that becoming a generic lies hawker is no hard chore. They may even enjoy it, cause they don’t have to do their acts repeatedly until the budget ran out or the directors give up.

It sickens me to know that after democracy, we only have anarchy left and those whackjobs perhaps are the catalyst for the next cycle of anarchy, monarchy, dictatorship, revolution, and….faux democration.

Happy Night!

Klik-klik Emas

February 8th, 2008 by zenstrive

Apakah kamu lagi butuh duit tambahan?

Apakah kamu orang yang keranjingan internet n maniak ngebrowse?

Kalo iya, gimana kalo kamu jadikan kegilaanmu itu menjadi dollar?

Cukup dengan mengklik 10-30 iklan per hari, kamu bisa dapet 10-20 dollar per bulan!

Gak percaya?

Coba saja ikutin program-program dibawah ini, dijamin gak  bakal NYESEL!!

 Program 1

Program 2

Program 3

 Program 4 

N seriously, GAK KAYAK CLIXSENSE, LU GAK BUTUH UPGRADE SAMA SEKALI BUAT !

JADI APA LAGI YANG DITUNGGU?

DAFTAR SEKARANG!